≡ Menu

Surah Al-An’am Ayat 160 Mengajar Kita Kepentingan Berbuat Amal Soleh Dengan Ikhlas.

Tadabbur Ayat 160 al An ‘am

مَنْ جَاۤءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ عَشْرُ اَمْثَالِهَا ۚوَمَنْ جَاۤءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزٰٓى اِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ.

Maksudnya : “Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi)”.

Ayat ini menjadi landasan para ulama untuk mengatakan bahwa balasan minimal dari setiap amal soleh, adalah sepuluh kali lipat. Ayat ini merupakan perincian dari sebahagian ayat lainnya yang membicarakan pelipatgandaan secara umum, atau menjanjikan balasan yang lebih baik secara umum seperti firman Allah ﷻ,

﴿مَن جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِّنْهَا﴾

Kambing Aqiqah Murah Indonesia

“Barang siapa yang membawa kebaikan, maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik dari padanya.” (QS. An-Naml: 89)

Allah ﷻ mengkhabarkan dalam ayat ini bahwa pada Hari Kiamat kelak, satu kebaikan akan diganjar balasan sepuluh kali lipat. Sedangkan orang yang melakukan satu keburukan, maka dia hanya akan dibalas dengan satu keburukan pula.

Di dalam sebuah hadits disebutkan, bahwa pelipatgandaan pahala kebaikan dapat mencapai 700 kali lipat. Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ

“Kebaikan dilipatgandakan dari sepuluh kali lipat hingga 700 kali lipat.”

Para ulama menyimpulkan bahwa amalan soleh akan dilipatgandakan melebihi 700 kali lipat, berdasarkan firman Allah ﷻ setelahnya,

BACA:  Sayur-Sayuran Ini Kaya Dengan Khasiat Tersendiri. Rugi Kalau Kita Tak Makan.

﴿وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ﴾

“Dan Allah akan melipatgandakan bagi siapa pun yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Dari Abu Zar, ia berkata, Rasulullah saw bersabda:

“Barangsiapa berpuasa tiga hari pada setiap bulan, berarti dia telah berpuasa sepanjang masa.”

Hadits diatas juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad, an-Nasa’i dan Ibnu Majah, lafazh di atas adalah lafazh Imam Ahmad. Sedangkan at-Tirmidzi juga meriwayatkan hadits tersebut, tapi dengan tambahan: “Lalu Allah menurunkan pembenaran hal itu melalui firman-Nya, ‘Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya pahala sepuluh kali lipat amalnya.’ Dan satu hari adalah sebanding/dibalas dengan sepuluh hari.”

(Kemudian at-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Maksudnya jika seorang berpuasa 3 hari setiap bulan maka dia telah mendapat pahala menyamai 30 hari kerana sehari digandakan 10 pahala, itulah yang disebut oleh Baginda Nabi Saw dalam Hadis Abu Zar “…bererti dia telah berpuasa sepanjang tahun”.

Syeikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi (RH) menjelaskan, bahwa Allah ﷻ melarang kita untuk mengikuti jalan orang-orang yang memecah belah agama kerana jalan mereka tidak memberikan pahala apapun. Berbeza jika kita mengikuti jalan orang-orang yang lurus, maka kita akan dimuliakan dengan diberi ganjaran sepuluh kali lipat, 700 kali lipat, atau bahkan lebih, oleh Dzat Yang Maha luas karunia-Nya.

BACA:  Penyakit Hati Di Akhir Zaman Yang Dikhabarkan Oleh Rasulullah. Nauzubillah

Firman-Nya bermaksud “dan barang siapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya.” (QS. Al-An’am: 160)

Ayat ini juga merupakan dalil bahwa dosa tidak akan dilipatgandakan. Hanya saja, dosa tersebut dapat menjadi besar dalam keadaan tertentu. Contoh dosa yang dapat membesar, seperti dosa kemaksiatan yang dilakukan di tanah suci, atau di bulan-bulan haram. Allah ﷻ berfirman,

﴿وَمَن يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُّذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ﴾

“dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih.” (QS. Al–Hajj: 25)

Firman Allah ﷻ,

﴿وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ﴾  “sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).”

Mereka yang dimaksud dalam ayat ini mencakup:

1. Orang-orang yang membawa kebaikan. Mereka tidak akan dizalimi dengan dikurangi pahalanya, bahkan pahala mereka akan ditambah.

2. Orang-orang yang membawa dosa. Mereka tidak akan dizalimi dengan ditambah dosanya, atau dengan dipikulkan dosa orang lain, atau dengan dikurangi pahala kebaikan yang pernah mereka lakukan.

Kambing Aqiqah Murah Indonesia

Loading...
Berminat menulis berkaitan Islam? Hantarkan artikel anda di sini: www.islamituindah.us/hantar-artikel.